Supernova. Ya, siapa yang tak tahu karya science-fiction
yang fenomenal karya Dee ini. Supernova pertama dari tetralogi bukunya
diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama dari bukunya, “Supernova:
Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh”. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada
27 November 2014 lalu.
Karya fenomal Dee yang berjudul Supernova:
Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh dalam bentuk novel terbit pertama kali tahun
2001. Saya memang tak banyak mengerti tentang sains, tapi di sini Dee meyajikan
novelnya dengan kolaborasi science-fiction. Oleh karenanya saya sulit
memahami ketika pertama kali saya membaca novel tersebut. Dilanjutkan dengan
saya yang hanya membaca bagian awalnya saja maka saya belum menyelesaikan
perjalanan imajinasi saya dalam dunia science-fiction yang telah
diciptakan oleh Dee.
Ketika saya mendengar bahwa Supernova pertama milik
Dee ini akan dikemas dalam film layar lebar, hal pertama yang terlintas di
pikiran saya adalah betapa “beratnya” film ini nanti. Karena setiap karya Dee
bukan hanya sekedar karya fiksi yang memberikan referensi hiburan tapi juga
memberikan informasi yang mungkin sebagian orang belum tahu.
