Rabu, 31 Desember 2014

RESENSI FILM "SUPERNOVA: KSATRIA, PUTERI, DAN BINTANG JATUH"


Supernova. Ya, siapa yang tak tahu karya ­science-fiction yang fenomenal karya Dee ini. Supernova pertama dari tetralogi bukunya diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama dari bukunya, “Supernova: Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh”. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 27 November 2014 lalu.
Karya fenomal Dee yang berjudul Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh dalam bentuk novel terbit pertama kali tahun 2001. Saya memang tak banyak mengerti tentang sains, tapi di sini Dee meyajikan novelnya dengan kolaborasi science-fiction. Oleh karenanya saya sulit memahami ketika pertama kali saya membaca novel tersebut. Dilanjutkan dengan saya yang hanya membaca bagian awalnya saja maka saya belum menyelesaikan perjalanan imajinasi saya dalam dunia science-fiction yang telah diciptakan oleh Dee.
Ketika saya mendengar bahwa Supernova pertama milik Dee ini akan dikemas dalam film layar lebar, hal pertama yang terlintas di pikiran saya adalah betapa “beratnya” film ini nanti. Karena setiap karya Dee bukan hanya sekedar karya fiksi yang memberikan referensi hiburan tapi juga memberikan informasi yang mungkin sebagian orang belum tahu.