Masih ku
rasakan pahit kopi ini. Aku masih berada di tempat dan bangku yang sama seperti
saat kita sering menghabiskan waktu dulu. Ku rasakan pahit di setiap teguk
kopiku bersama kenanganku. Bising jalanan di luar semakin tak terdengar. Bukan
karena jalanan itu semakin sepi tetapi karena aku semakin kembali pada kenangan
di tempat ini.
Enam tahun
sudah kita tak menikmati kopi bersama di kafe ini. Masih ku ingat saat kau
memesan kopi pahit dan tertukar dengan kopiku yang manis. Sejak saat itu kita
lebih sering menikmati kopi bersama. Aku juga mulai menyukai kopi pahit. Bagiku
kopi pahit itu tetap terasa manis asalkan aku menikmatinya bersamamu. Senyummu
yang selalu terkulum di bibir manismu, membuatku tak pernah lupa akan pertemuan
itu. Hampir setiap sore kita mengunjungi kafe ini hanya untuk menikmati
secangkir kopi atau sekedar mengobrol ngalor ngidul.