Selasa, 09 Februari 2016

DIAM (BAIT RINDU TERAKHIR)

Diamku seribu bahasa cinta
Diamku seribu bahasa rindu

Aku tahu tak seharusnya cinta ini mulai tumbuh
Bahkan belum saatnya rindu ini hadir
Aku mengerti jika kau tak mau mengerti ini
Tapi bisakah ku simpan rinduku ini?
Sekedar memendamnya, aku tak lagi kuasa

Aku selalu menyaksikan indahnya mentari pagi atau senja kala petang
Tapi aku tak selalu tahu apa yang tengah kau rasakan?
Samakah? Atau bahkan jauh berbeda?

Aku pernah tertawa dalam diam
Merasakan rindu yang begitu lucu
Entah darimana datangnya
Perasaan itu berulangkali menghadirkanmu

Kau, yang pernah ku rindu..
Bilakah kita bertemu?
Sekedar sapa salam

Kau, yang ku rindu..
Mungkin ini menjadi akhir rinduku
Rindu yang mungkin harus ku hindari
Rindu yang harus ku pendam dalam

Aku telah membuat tabungan rinduku
Bila saatnya, akan ku buka dan ku hitung berapa banyak rinduku yang pernah ada untukmu

(sumber : google)

2 komentar: