Jumat, 02 Oktober 2015

PERJALANAN PANJANG PERBURUAN KOS-KOSAN



Udah lama ane nggak ngisi blog. Pas dibuka isinya sarang laba-laba, kecoa, dan debu setebal make upnya Syahrini. Banyak cerita yang ane lewatkan untuk ngisi coretan blog ini. Tapi kali ini, ane mau cerita tentang perjalanan terjauh ane naik motor. Semua bermula dari urusan magang.
Kejadian ini bermula satu bulan yang lalu. Awalnya ane mau magang di stasiun TV deket rumah ane, itung-itung sambil liburan karena waktu libur ane tersita untuk program KKN di desa. Seiring informasi yang ane dapat, ternyata di stasiun TV tujuan ane kurang greget. Katanya sih magangnya anak perguruan tinggi disamain dengan magangnya anak SMK. Acaranya juga sedikit. Ane khawatir waktu magang ane ntar kurang berkualitas. Alhasil, setelah cari info sana-sini ane putuskan untuk pindah lokasi magang. Di Yogyakarta alias Jogja. Rencana berjalan mulus kecuali perizinan dari kampus. Kampus minta ini-itu untuk persyaratan surat yang akan dikeluarkan. Ujung-ujungnya, NIHIL. Kampus memang nggak mau ngeluarin surat sampai ada SOP magang yang jelas dari jurusan. Tapi terlepas dari itu semua, keberuntungan masih berpihak pada ane. Ane tetep bisa berangkat magang meskipun tanpa surat. Yeay! 
Selanjutnya perjalanan dimulai. Rencana awal adalah ane naik kereta dari rumah ke Jogja. Sampai Jogja ane minta bantuan temen kakak ane untuk urusan tempat tinggal. Tapi semua itu berubah sejak negara api menyerang. Haha, nggak hubungannya ya? Jadi rencana awal itu berubah menjadi ane naik motor Jember-Magetan bareng temen ane. Setelah semalam di rumah ane berangkat lagi ke Jogja dan tetep dengan motor. Berbekal pengetahuan jalan yang nol alias nggak ngerti jalan, kami nekat ngandelin GPS dan papan penunjuk arah. Cukup manjur bagi yang buta arah. Pesan ane, kalau kalian bepergian tapi buta arah, jangan sepenuhnya bergantung dan percaya pada GPS dan papan penunjuk arah. Gara-gara ngikutin GPS, kami hampir salah jalan dan kembali ke Jember. Padahal kami sudah dapat sepertiga jalan, itu sekitar ±100 km. Ternyata poin GPS temen ane nggak bergerak, nggak jalan. Tapi untungnya ane tahu kemana harus jalan. Dan gara-gara ngikutin papan penunjuk arah, yang nunjukin jalan alternatif, kami sempet deg-degan karena takut nyasar. Tapi ternyata nggak. Kami hanya lewat jalan desa yang memutar dan lebih jauh. Lagi-lagi untungnya ane tahu sedikit arah kemana harus jalan.


Dari berangkat pukul 05.30 waktu Indonesia bagian Jember, kami sampai di Magetan pukul 15.30 waktu Indonesia bagian Magetan. Perjalanan yang melelahkan. Singkatnya, setelah semalam istirahat di rumah, ane lanjut perjalanan ke Jogja. Start up pukul 10.30 waktu Indonesia bagian Magetan, kalo nggak salah. Dengan bekal nekat 80% dan sisanya bekal GPS dan papan penunjuk arah, akhirnya kami memasuki kota Jogja dengan selamat pukul 15.30 waktu Indonesia bagian Jogja. Setelah menunggu jemputan saudara temen ane beberapa lama, akhirnya kami digiring ke rumah saudara temen ane. Ane nginep di sana selama 2 hari 2 malam. Sungkan sih sebenernya, karena ane cewek dan temen ane cowok. Ditambah lagi ane nggak kenal saudara temen ane.
Agenda pagi pertama ane di Jogja adalah jalan-jalan sambil nyari lokasi magang. Setelah lokasi magang ditemukan, kami muter-muter sambil nyari kos-kosan. Banyak hal terjadi selama perburuan kos-kosan 2 hari ini. Mulai dari nemu kos-kosan murah tapi sepi, seperti nggak terawat, banyak daun kering bertebaran dimana-dimana, serem pokoknya, kos-kosan murah tapi nyempil banget, matahari mungkin nggak bisa ngintip jendela kamar, sampai kos-kosan mahal, bagus, dan bakal bikin ane nggak makan. Dan akhirnya ane telah memutuskan kos-kosan mana yang bakal jadi tempat tinggal ane selama di Jogja. Meskipun dengan harga yang agak menekan di kantong dan hidup dengan sangat sederhana. So, it’s my temporary room :)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar