Koreksi:
Kami tidak miskin tapi kami sederhana, cukup sederhana untuk bisa hidup setiap
hari.
Jika
kami miskin, kami pun tak akan memelas dan meminta bantuan pada orang yang
hanya membantu kami dengan ‘materi’ (baca: tanpa hati). Yang kami butuhkan
bukan ‘materi’ tapi ‘hati’.
Hati
kalian yang tak akan pernah mencela ketika kami meminta bantuan
Hati
kalian yang tak akan pernah mengungkit ketika kami tak bisa membalas (sesuai
harapan) kalian
Jika
kami ini “miskin”, lebih miskin mana dibandingkan dengan mereka para 'tikus
berdasi'?
Kami
—tanpa bantuan ‘tangan-tangan’ tak berhati— masih bisa menikmati makan setiap
hari meski sangat sederhana.
Bagaimana
dengan mereka para 'tikus berdasi' yang duduk nyaman di atas kursi kemegahan?
Masih bisakah mereka makan tanpa uluran ‘tangan-tangan tulus’? Masih sangat
bisa.
Masih
bisakah mereka hidup dengan mewah dan serba tercukupi ketika kami datang “memohon”
sedikit bantuan? Lagi-lagi masih sangat bisa.
Lalu
masih bisakah para 'tikus berdasi' itu “makan berlebihan” tanpa ada rakyat yang
terus menyuapi mereka? Tidak.
Masih
bisakah mereka terus menjadi 'tikus berdasi' tanpa adanya rakyat yang “memberi” pakaian
mereka? Entahlah..
Sekali
lagi, koreksi: KAMI TIDAK MISKIN TAPI KAMI SEDERHANA!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar