Jika kemarin
ane cerita tentang pengalaman bertemu dengan bintang tamu pertama ane, maka
kali ini ane akan cerita tentang host dan lokasi untuk Patrol.
Di awal kita
udah nyari bintang tamu dan meminta kesanggupannya untuk mengisi di acara ane.
Semua bintang tamu udah siap, tinggal follow up aja. Tugas selanjutnya
adalah nyari host. Konsep awal, kita mau pake host cowok karena konsep acara
kita malem. Nggak enak dong kalo hostnya cewek. Apalagi bintang tamu dan semua
talent yang berperan adalah cowok. Entar dikira cewek apaan lagi.
Lanjut. Di
sinilah perburuan host dimulai. Mulai dari mbak-mbak yang kerja di salah satu
bank bukan milik negara hingga temennya temen kuliah ane. Itu bermula saat
ngebahas host, salah satu temen ane punya kenalan, cewek, yang sering ngisi
acara sebagai host. Sebut aja temen ane namanya Wawan. Kita udah tanya-tanya
kepo tentang kenalannya itu. Dan dari ceritanya, jam terbangnya udah lumayan.
Akhirnya kita mutusin untuk ketemu dulu sama kenalan temen ane ini. Kita mau casting
dia. Wah, kelihatannya keren ya, udah pake istilah casting. Padahal kita
cuma ngobrol-ngobrol aja. Di sini kita udah mulai sreg dengan si cewek
karena pengalaman jam terbangnya. Waktu ngobrol juga enak orangnya. Tapi bukan
enak buat dimakan ya!
Kita janjian
hari Sabtu sore jam 15.00 WIB untuk ketemu si calon host ini. Ane udah nunggu
selama seribu delapan ratus detik, tapi temen ane dan calon host pun belum
datang. Ane sabar, ane tungguin. Ngelamun, sendiri, ngedumel di hati, tengok
kanan-kiri, diem aja. Dan ternyata masih belum datang juga. Ane pikir daripada
ane nungguin dengan waktu hampa, akhirnya ane milih buat nyari lokasi untuk
berselancar ke dunia maya. Ane pindah lokasi. Setelah beberapa kali ane gempur
dengan sms dan miscalled akhirnya temen ane si Wawan ini ngasih kabar
juga.
“Bentar, Bin.
Ini aku lagi sama hostnya. Dia mendadak nggak mau”.
“Nggak mau
gimana? Serius? Emang kenapa?”. Langsung ane berondong pertanyaan.
“Nggak tahu
ini. Katanya saat ini dia mau fokus kerja dulu. Dia mau pake kaca mata kuda,
biar bener-bener fokus ke depan. Ini aja harusnya di nge-host di dua tempat
tapi ditolak juga”.
“Aduh, please!
Tolong usahain ya. Yang penting kita ketemu aja dulu”.
“Iya, bentar.
Ini aku lagi membujuk orangnya”.
Rasanya pengen
teriak waktu itu. HUUAAAAAAAAA!!!
Pikiran ane
yang awalnya tenang, sekarang terusik oleh calon host yang tak mau dicasting.
Baiklah, ane berusaha tenang dan berdoa agar dia mau datang. Minimal itu aja.
Nggak lama kemudian temen ane yang satunya datang. Ane kasih tahu masalah host,
dia juga ikut tercengang. Di situ kita berkolaborasi untuk tenang dan berdoa
semoga temen ane berhasil membujuk mbak-mbak calon host.
FYI, calon host
yang satu ini adalah seorang cewek cantik, dia kuliah iya, kerja juga iya.
Mbak-mbak ini adalah salah satu cewek cantik yang kerja di salah bank bukan
milik negara.
“Bin, di mana?
Ini temenku udah mau tak bujuk”.
Ane mulai
girang lagi. Pasang wajah ceria.
“Di UPT-TI. Ke
sini aja. Aku sama Yeyen juga”.
“Oke, aku ke
sana”.
Ane langsung
ngabarin produser ane untuk datang ke lokasi juga. Beberapa saat kemudian si calon
host dan temen ane pun nyampek di tempat ane nungguin selama 6.300 detik alias
satu jam empat puluh lima menit. Setelah ngobrol banyak hal, ini-itu, akhirnya
kita sudahi pertemuan hari itu. Ane ngerasa cocok dengan host yang satu ini.
Tapi setelah pulang, ane berubah pikiran. Seperti yang ane katakan tadi, acara
ane ini konsepnya malam hari. Jadi kalo hostnya cewek, bukannya malah santai
tapi takutnya malah dikira yang nggak-nggak. Kita nggak mau citra acara kita
berubah dan pesan dari acara itu nggak nyampek ke penonton. Akhirnya kita
putuskan untuk kembali ke jalan yang benar, jalan yang semula, dengan konsep
awal kita yang menggunakan host cowok.
Setelah
berpikir jungkir balik sambil kayang, ane punya usulan salah satu temen ane
untuk di casting. Ternyata usulan ane ini sama dengan usulan si Yeyen, temen
sekelompok ane. Akhirnya kita berdua sepakat untuk ketemu si temennya temen ane
ini. Biar gampang, sebut aja dia Jojo. Dia seorang cowok, cukup tinggi, bisa
ngehost, jam terbangnya juga lumayan, dan yang penting dia mau dan rela
meluangkan waktunya untuk dicasting di tengah jadwalnya yang sibuk. Setelah
ketemu dan ngobrol ini-itu, ane sama Yeyen, kali ini setuju dengan calon host
yang ini.
Semua berjalan
sesuai rencana. Bahkan dia antusias untuk ketemu dengan semua kru dan bintang
tamu. Setuju. Kita, selaku kru, bakal ketemu dengan dia selaku calon host acara
kita. Semua tinggal atur jadwal aja.
Dengan demikian
ane putuskan bahwa masalah host: KELAR.
Tapi masih ada
satu masalah lagi di sini. LOKASI. Sampai detik ini kita belum dapat lokasi
yang fix. Lagi-lagi masih nunggu kepastian alias perizinan kita masih
digantung.
Let's see what will happen?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar