Pada dua
tulisan ane sebelumnya, ane telah mengisahkan bagaimana tugas-tugas ajaib
–menurut versi ane– yang pernah ane lalui di empat semester terakhir. Kali ini
ane akan memulai sebuah cerita baru tentang tugas kuliah ane di semester lima.
Di semester ini ada beberapa tugas. Tapi tugas yang besar, dari segi waktu,
dana, tenaga, dan pikiran adalah mata kuliah Praktika Terpadu 01. Di mata
kuliah ini ane benar-benar menerapkan ilmu dari mata kuliah-mata kuliah lain
yang udah ane lewatin.
Semua dimulai
sejak pertemuan pertama mata kuliah ini. Catatan: jangan pernah
melewatkan satu pertemuan pun dari mata kuliah ini, kecuali
dengan amat sangat
terpaksa sekali, karena bakal ketinggalan episode yang penting –setiap pertemuan
diisi oleh dosen yang berbeda untuk berkonsultasi tentang tugas masing-masing
kelompok. Lanjut. Pada pertemuan di minggu pertama dilakukan pembagian kelompok,
di masing-masing kelas dibagi menjadi dua kelompok. Dan di akhir minggu
dilakukan pengundian tema yang harus dibahas oleh setiap kelompok. Hasilnya,
kelompok ane dapat tema: budaya lokal.
Tema ini
terkesan sederhana, mudah dicari dan menarik. Setelah berdiskusi dengan
kelompok ane, akhirnya diputuskan kelompok ane mengangkat tentang jajanan khas
Jember, Suwar Suwir dan batik khas Jember. Selanjutnya pada pertemuan kelompok
kali itu, dibahas juga tentang konsep acara secara umum dan pembagian job
desk. Untuk tambahan alias bonusnya, ane buatkan kontrak atau perjanjian
kelompok. Kenapa? Hal ini untuk mengantisipasi oknum-oknum yang tidak bekerja
selama pra produksi hingga paska produksi –semoga saja tidak ada oknum-oknum
tersebut. Berikut isi kontrak kelompok ane:
KONTRAK/PERJANJIAN
KELOMPOK
1.
Datang tepat waktu
sesuai kesepakatan
2.
Datang terlambat,
didenda Rp 10.000,00
3.
Tidak datang karena
izin, didenda Rp 20.000,00
4.
Tidak datang tanpa
keterangan, didenda Rp 50.000,00
5.
Harus datang pada
saat produksi, apa pun kondisinya
6.
Jika setelah
produksi ada alat yang rusak, semua ikut bertanggungjawab menggantinya
7.
Peraturan ini tidak
dapat diganggu gugat dan telah disetujui bersama
8.
Peraturan ini
berlaku setelah hari ini (25 Agustus 2014)
Tertanda: 24 Agustus 2014
Selanjutnya ane minta semua anggota
kelompok untuk melukiskan tanda tangan mereka satu per satu di atas kertas itu.
Haha, kejam ya? Nggak. Ini ane maksudkan untuk membentuk komitmen bersama dan
bertanggungjawab atas tugas masing-masing dan kelompok. Semoga ini dianggap
sebagai ketegasan komitmen dan bukan kekejaman berkelompok. Sebenarnya ada
celetukan-celetukan yang menanggapi perihal perjanjian ini –perjanjan seperti
ini tidak hanya berlaku di kelompok ane tetapi juga di kelompok lain. Kata
Hayu, temen satu kelompok ane, lebih serem nggak datang waktu ngerjain tugas
kelompok kayak gini dibandingkan dengan nggak masuk kuliah. Mungkin kalau nggak
masuk kuliah masih bisa TA (titip absen). Tapi kalau nggak datang waktu
ngerjain tugas kelompok yang satu ini, udah tahu sendirilah konsekuensinya apa.
Lanjut lagi. Setelah terbentuk sebuah
konsep, kita konsultasi ke dosen tentang konsep kita ini. Ternyata banyak
banget banget yang perlu diobrak-abrik lagi. Dimulai dari judul. Yang semula
judulnya Jember Ngumpul –karena mengangkat budaya lokal di Jember– akhirnya
berubah menjadi PATROL. Kenapa kita setuju dengan nama PATROL ini? Karena kita
menggunakan home band iringan musik patrol –semacam musik yang digunakan
untuk membangunkan orang sahur pada bulan puasa. Untuk judul sendiri juga ikut
berubah seiring dengan berubahnya isi acara kita. Yang awalnya kita membahas
tentang jajanan khas Jember, Suwar Suwir dan batik khas Jember, berubah menjadi
ulasan tentang pelestarian permainan tradisional egrang dan batik khas Jember.
Judul acaranya pun berubah menjadi Karya Pandalungan.
Dari situlah setiap job desk mulai
memikirkan dan berburu kebutuhannya. Ane di sini kedapatan menjadi pengarah
acara pada saat produksi dan menjadi koordinator tim riset sekaligus tim yang
secara tidak langsung dinobatkan sebagai tim kreatif. Ane mulai memburu
narasumber untuk membuat janji dan menggai informasi agar lebih dekat dengan
objek ane. FYI, bintang tamu acara ane ada tiga, yaitu Prof. Ayu Sutarto,
pembuat batik khas Jember dan sebuah band lokal yang mengusung musik etnis,
Sanskerta.
Dari sinilah cerita-cerita ane akan
muncul.
Bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar