Minggu, 07 September 2014

SEBUAH MISI TELAH DIMULAI: PATROL #1

Pada dua tulisan ane sebelumnya, ane telah mengisahkan bagaimana tugas-tugas ajaib –menurut versi ane– yang pernah ane lalui di empat semester terakhir. Kali ini ane akan memulai sebuah cerita baru tentang tugas kuliah ane di semester lima. Di semester ini ada beberapa tugas. Tapi tugas yang besar, dari segi waktu, dana, tenaga, dan pikiran adalah mata kuliah Praktika Terpadu 01. Di mata kuliah ini ane benar-benar menerapkan ilmu dari mata kuliah-mata kuliah lain yang udah ane lewatin.
Semua dimulai sejak pertemuan pertama mata kuliah ini. Catatan: jangan pernah melewatkan satu pertemuan pun dari mata kuliah ini, kecuali
dengan amat sangat terpaksa sekali, karena bakal ketinggalan episode yang penting –setiap pertemuan diisi oleh dosen yang berbeda untuk berkonsultasi tentang tugas masing-masing kelompok. Lanjut. Pada pertemuan di minggu pertama dilakukan pembagian kelompok, di masing-masing kelas dibagi menjadi dua kelompok. Dan di akhir minggu dilakukan pengundian tema yang harus dibahas oleh setiap kelompok. Hasilnya, kelompok ane dapat tema: budaya lokal.
Tema ini terkesan sederhana, mudah dicari dan menarik. Setelah berdiskusi dengan kelompok ane, akhirnya diputuskan kelompok ane mengangkat tentang jajanan khas Jember, Suwar Suwir dan batik khas Jember. Selanjutnya pada pertemuan kelompok kali itu, dibahas juga tentang konsep acara secara umum dan pembagian job desk. Untuk tambahan alias bonusnya, ane buatkan kontrak atau perjanjian kelompok. Kenapa? Hal ini untuk mengantisipasi oknum-oknum yang tidak bekerja selama pra produksi hingga paska produksi –semoga saja tidak ada oknum-oknum tersebut. Berikut isi kontrak kelompok ane:

KONTRAK/PERJANJIAN KELOMPOK
1.      Datang tepat waktu sesuai kesepakatan
2.      Datang terlambat, didenda Rp 10.000,00
3.      Tidak datang karena izin, didenda Rp 20.000,00
4.      Tidak datang tanpa keterangan, didenda Rp 50.000,00
5.      Harus datang pada saat produksi, apa pun kondisinya
6.      Jika setelah produksi ada alat yang rusak, semua ikut bertanggungjawab menggantinya
7.      Peraturan ini tidak dapat diganggu gugat dan telah disetujui bersama
8.      Peraturan ini berlaku setelah hari ini (25 Agustus 2014)

Tertanda: 24 Agustus 2014

Selanjutnya ane minta semua anggota kelompok untuk melukiskan tanda tangan mereka satu per satu di atas kertas itu. Haha, kejam ya? Nggak. Ini ane maksudkan untuk membentuk komitmen bersama dan bertanggungjawab atas tugas masing-masing dan kelompok. Semoga ini dianggap sebagai ketegasan komitmen dan bukan kekejaman berkelompok. Sebenarnya ada celetukan-celetukan yang menanggapi perihal perjanjian ini –perjanjan seperti ini tidak hanya berlaku di kelompok ane tetapi juga di kelompok lain. Kata Hayu, temen satu kelompok ane, lebih serem nggak datang waktu ngerjain tugas kelompok kayak gini dibandingkan dengan nggak masuk kuliah. Mungkin kalau nggak masuk kuliah masih bisa TA (titip absen). Tapi kalau nggak datang waktu ngerjain tugas kelompok yang satu ini, udah tahu sendirilah konsekuensinya apa.
Lanjut lagi. Setelah terbentuk sebuah konsep, kita konsultasi ke dosen tentang konsep kita ini. Ternyata banyak banget banget yang perlu diobrak-abrik lagi. Dimulai dari judul. Yang semula judulnya Jember Ngumpul –karena mengangkat budaya lokal di Jember– akhirnya berubah menjadi PATROL. Kenapa kita setuju dengan nama PATROL ini? Karena kita menggunakan home band iringan musik patrol –semacam musik yang digunakan untuk membangunkan orang sahur pada bulan puasa. Untuk judul sendiri juga ikut berubah seiring dengan berubahnya isi acara kita. Yang awalnya kita membahas tentang jajanan khas Jember, Suwar Suwir dan batik khas Jember, berubah menjadi ulasan tentang pelestarian permainan tradisional egrang dan batik khas Jember. Judul acaranya pun berubah menjadi Karya Pandalungan.
Dari situlah setiap job desk mulai memikirkan dan berburu kebutuhannya. Ane di sini kedapatan menjadi pengarah acara pada saat produksi dan menjadi koordinator tim riset sekaligus tim yang secara tidak langsung dinobatkan sebagai tim kreatif. Ane mulai memburu narasumber untuk membuat janji dan menggai informasi agar lebih dekat dengan objek ane. FYI, bintang tamu acara ane ada tiga, yaitu Prof. Ayu Sutarto, pembuat batik khas Jember dan sebuah band lokal yang mengusung musik etnis, Sanskerta.
Dari sinilah cerita-cerita ane akan muncul.


Bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar