Senin, 01 September 2014

CERITA DI BALIK KEGILAAN TUGAS-TUGAS KULIAH #1

Tugas? Rata-rata mahasiswa akan malas ketika mendengar kata itu sebagai penutup perkuliahan. Udah jelas ke mana arah pembicaraan dosen ketika mengucapkan kata itu. Paper. Makalah. Resume dan lain sebagainya.
Hal itu ‘tidak begitu’ berlaku di jurusan ane. Tapi bukan berarti sepenuhnya nggak laku. FYI, ane berada di bawah payung Program Studi Televisi dan Film sebuah universitas negeri.  Sebuah program studi televisi dan film satu-satunya di universitas negeri di negeri yang penuh masalah ini. Jarang-jarang aja ane dapat tugas buat bikin makalah, paper, resume atau sejenis saudara-saudaranya itu. Biasanya dosen ane ngasih tugas cukup ajaib untuk pertama kali di dengar. Apalagi bagi yang nggak pernah nyangka kalau bakal ada tugas-tugas ajaib itu. Kenapa ane bilang ajaib? Karena ini tidak biasa. Kenapa ini tidak biasa? Karena ini ajaib. Haha, muter-muter kayak kucing ngejar ekornya sendiri :D
Oke, ane akan kasih tahu beberapa tugas ane yang agak ajaib.
Posisikan diri kalian sebagai mahasiswa baru di jurusan ane yang nggak ngerti apa-apa. Keajaiban-keajaiban itu terjadi di setiap semester. Di semester satu, ada mata kuliah yang bernama ilustrasi dan nirmana. Menarik sih. Tugasnya hanya membuat sketsa, menggambar tokoh, dan mewarnainya. Itu yang menyebabkan ane dibilang seperti anak TK lagi sama temen kos ane. It’s ok, aku ra popo. Tapi tantangannya adalah ane yang pada dasarnya memiliki kemapuan menggambar yang standar abiisss dituntut untuk bisa menggambar berbagai karakter, mulai dari kartun, ekspresi, mimik, gesture hingga gambar karakter orang sebenarnya.
Untuk mata kuliah nirmana awalnya menarik. Mata kuliah ini berhubungan dengan komposisi, warna, dan keserasian. Alat yang digunakan di antaranya kertas linen, kuas dengan berbagai ukuran, cat astro atau sakura. Cat ini hanya punya warna dasar: merah, biru dan kuning. Main-main dengan warna cukup menyenangkan. Yang kurang menyenangkan adalah ketika mendapati campuran warna itu tidak sesuai dan harus ngulang tugas itu. Apalagi waktu di suruh membuat 3 warna dasar itu menjadi 24 warna yang bergradasi. Ajaib! Ane bisa nggak tidur semalaman demi itu tugas biar cepet kelar. Alhasil, pagi harinya saat ujian mata kuliah yang lain ane tidur sambil nulis jawaban yang nggak banget. Dengan posisi duduk yang strategis yaitu di bangku nomor dua dari depan, ane berusaha cukup keras biar mata ane melek. Mulai dari diganjal penghapus, tutup pulpen, spidol hingga diganjal papan tulis. Hasilnya? Tulisan ane nggak jelas. Pertanyaanya apa, jawabannya apa. Tapi hal itu ketutup sama nilai maksimal dari kedua mata kuliah itu.
Lanjut dengan keajaiban tugas ane di semester dua. Ada beberapa mata kuliah yang menurut ane cukup ajaib membuat ane mikir sepanjang minggu. Mungkin bagi temen-temen ane yang lain ini hal biasa. Tapi karena ane orangnya spesial ­–tapi nggak pake telur– jadi tugas ini masuk ke dalam tugas ajaib yang bisa ane garap cukup lumayan. Sebut saja mata kuliah itu fotografi 02, tata rias dan desain produksi produk televisi dan film. Kedengarannya biasa aja sih. Tapi ini masalah yang muncul saat itu. Fotografi 02 saat itu disuruh mencari foto jurnalistik sebagai tugas ujian tengah semester (UTS). Ane mulai  mikir di mana ane bisa dapet itu foto. Mulailah perburuan foto itu dilakukan. Mulai dari ane belanja di pasar sambil ngegantungin kamera di leher, yang dikira wartawan sama orang-orang pasar, jalan-jalan malem dengan kamera yang masih tetep nggantung di leher hingga jungkir balik di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di daerah sini. Akhirnya setelah perburuan itu ane bisa ngumpulin tugas UTS.
Selanjutnya tugas mata kuliah tata rias. Jujur, ane bukan tipe mahasiswi yang seneng berdandan ala sinden atau pedangdut. Jangankan dandan, bedak aja masih pake bedak bayi :D Intinya, ane nggak ngerti masalah make up dan tata rias. Dengan segala upaya dan kekuatan yang ane kerahkan, akhirnya ane berhasil menyelesaikan mata kuliah ini dengan nilai yang nggak baik banget dan nggak jelek banget alias lumayan aja.
Masih ada satu lagi mata kuliah yang bikin ane koprol tujuh keliling, yaitu desain produksi produk televisi dan film. Tugas akhir mata kuliah ini, ane kerjakan secara berkelompok –tapi nggak sampai membentuk boyband atau girlband– membuat susunan program acara televisi selama satu tahun. Yang bikin greget dari tugas ini adalah ketika mau ngumpulin tugas tapi masih banyak yang belum kelar. Parahnya, yang belum selesai bukan hanya kelompok ane tapi juga kelompok-kelompok lain. Bahkan untuk sekedar mencetak tugas aja yang biasanya bisa kelar sekitar sepuluh menit ini bisa molor jadi setengah jam bahkan lebih. Di saat kayak gitu, emosi rawan banget nyembul dari ubun-ubun.
Bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar