Rabu, 17 September 2014

MAHASISWA FKG MENCARI PASIEN

Di kampus ane, Fakultas Kedokteran menjadi primadona bagi para lulusan putih – abu-abu yang masih baru. Tapi kali ini ane nggak mau bahas masalah Fakultas Kedokteran tetapi ane mau bahas fakultas tetangganya Fakultas Kedokteran di kampus ane, yakni Fakultas Kedokteran Gigi alias eF-Ka-Ge. Jeng, jeeennnngg....
Seperti yang kita tahu, anak-anak FKG itu biasanya mencari pasien untuk praktek mereka. Sesuai dengan prinsip yang tak diakui, orang-orang kedokteran gigi itu mencari nafkah di mulut orang lain. Dan sejalan dengan hal itu, biasanya mereka para pencari pasien dari negeri yang disebut FKG itu, akan memburu pasien mereka mulai dari temen deket, temen kos, temennya temen kos, ibu kosnya temen kos, hingga orang yang nggak dikenal dan masyarakat umum. Praktek mereka bisa berwujud otak-atik gigi orang hingga mencari berbagai jenis sariawan dengan penyebab yang berbeda.
Rasanya seperti hal sepele bagi anak non-FKG. Tapi itu menjadi sangat tidak sepele bagi anak FKG. Nah, berkaitan dengan kasus itu bro, ane punya cerita yang menyangkut anak FKG. Cerita ini terjadi beberapa hari yang lalu.

Hari itu sore terasa begitu cerah sama seperti biasanya. Secerah tugas-tugas kuliah yang udah ngantri. Dengan penuh optimistis dan semangat, ane berangkat ke kampus dengan menjalankan mesin kendaraan bermotor yang berhasil ane pinjem dari temen kos ane. Berharap apa yang menjadi agenda ane kali berjalan lancar, ane berangkat dengan penuh senyum sepanjang jalan. FYI, sore itu ane ada agenda untuk ketemu sama temen ane dan ngadain casting untuk temennya temen ane. Nggak sendirian, ane juga janjian sama tiga temen ane termasuk satu temen ane yang bawa calon host yang akan dicasting.
Kita janjian untuk ketemu di Lembaga Penelitian di dekat FISIP pukul 15.00 WIB. Ane datang nggak tepat waktu alias agak ngaret dikit. Ane datang 15 menit lebih akhir dari jam seharusnya. Ternyata belum ada temen ane yang datang. Akhirnya ane nunggu di atas motor yang berhenti di depan FISIP. Di saat itulah kejadian mahasiswa FKG mencari pasien menghampiri ane.
Dua cowok yang cukup ganteng ukuran mahasiswa FKG menghentikan kendaraan besi bermesin yang dikendarainya. Seorang dari mereka, yang tadinya nyetir, turun menghampiri ane.
“Permisi, mbak. Mbak, dari fakultas mana ya?”
“Sastra”. Dengan ekspresi aneh yang nggak terdeskripsikan dan kalimat yang agak terseok-seok, ane berusaha menjawab.
“Gini, mbak. Saya dari FKG. Eemmm, mbak giginya ada yang tinggal akarnya nggak?”
“Ha? Nggak ada, mas”.
“Tapi mbak tahu kan, gigi yang tinggal akarnya?”
Dengan sedikit dongkol ane tetep sabar menjawab. “Tahu mas. Yang giginya tinggal pangkalnya aja kan?”
“Iya”.
“Masa nggak ada mbak? Boleh di lihat?”
“Ha?” Dilihat? Nggak salah tuh? Berarti ane kudu mangap-mangap buka mulut dong.
“Kenapa mbak? Coba buka mulutnya mbak”. Dengan wajah tanpa salah dan dosa dia tetep minta ane buat buka mulut buat diperiksa.
“Ennggg, nggak usah deh mas. Gigiku masih utuh semua kok”.
“Emm, malu ya mbak?”
Dalam hati ane pengen teriak, “Ente nggak mikir mas. PERTAMA, kita baru ketemu. Kenal juga nggak. KEDUA, ini posisi lagi dipinggir jalan. Masa ane disuruh mangap-mangap kayak ayam kecebur sumur? Please deh”.
“Oo, ya udah mbak kalo gitu. Makasih ya”.
Dan akhirnya mahasiswa FKG pencari pasien itu pun pergi. Huuuufffttt... -_-‘
Sebenernya ane nggak keberatan sih jadi pasien praktek para pejuang pencari pasien masalah gigi. Tapi masalahnya, ane ngerasa kayak ditodong di tengah jalan yang tiba-tiba disuruh buka mulut. Kan nggak bisa dibayangin gimana ane kalo buka-buka mulut di pinggir jalan dan mulut ane dilliatin sama seorang cowok yang ane sendiri nggak kenal? Apa kata mereka yang lewat? Nanti bisa menimbulkan banyak arti, kalo kata orang kebahasaan: ambigu.

Kalo dipikir-pikir, kejadian itu lucu tapi malu-maluin. Tapi ya apa mau dikata. Mereka memang lagi butuh pasien. Seperti ane yang kadang butuh korban untuk nyelesain tugas-tugas ajaib ane.

7 komentar:

  1. Ah FKG . .
    Mereka selalu menyimpan selalu misteri.

    BalasHapus
  2. Ah, sepertinya aku salah kali ini memintamu untuk mengomentari postingan ini.

    *karena FKG

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh.
      nggak gitu kok maksudku.
      emang terkesan gitu ya ?

      Hapus
  4. Apa blogmu? Follow punyaku dulu.

    BalasHapus
  5. fidyahocta.blogspot.com
    ok.
    rapat diundur kamis kenapa ?
    eh,kok kamu internetan ?
    kan waktunya estetika ?

    *out of topic

    BalasHapus
  6. caranya follow gimana bin ?
    newbie banget nih

    BalasHapus