Di kampus ane,
Fakultas Kedokteran menjadi primadona bagi para lulusan putih – abu-abu yang
masih baru. Tapi kali ini ane nggak mau bahas masalah Fakultas Kedokteran
tetapi ane mau bahas fakultas tetangganya Fakultas Kedokteran di kampus ane,
yakni Fakultas Kedokteran Gigi alias eF-Ka-Ge. Jeng, jeeennnngg....
Seperti yang
kita tahu, anak-anak FKG itu biasanya mencari pasien untuk praktek mereka.
Sesuai dengan prinsip yang tak diakui, orang-orang kedokteran gigi itu mencari
nafkah di mulut orang lain. Dan sejalan dengan hal itu, biasanya mereka para
pencari pasien dari negeri yang disebut FKG itu, akan memburu pasien mereka
mulai dari temen deket, temen kos, temennya temen kos, ibu kosnya temen kos,
hingga orang yang nggak dikenal dan masyarakat umum. Praktek mereka bisa
berwujud otak-atik gigi orang hingga mencari berbagai jenis sariawan dengan
penyebab yang berbeda.
Rasanya seperti
hal sepele bagi anak non-FKG. Tapi itu menjadi sangat tidak sepele bagi anak
FKG. Nah, berkaitan dengan kasus itu bro, ane punya cerita yang menyangkut anak
FKG. Cerita ini terjadi beberapa hari yang lalu.
Hari itu sore
terasa begitu cerah sama seperti biasanya. Secerah tugas-tugas kuliah yang udah
ngantri. Dengan penuh optimistis dan semangat, ane berangkat ke kampus dengan
menjalankan mesin kendaraan bermotor yang berhasil ane pinjem dari temen kos ane.
Berharap apa yang menjadi agenda ane kali berjalan lancar, ane berangkat dengan
penuh senyum sepanjang jalan. FYI, sore itu ane ada agenda untuk ketemu sama
temen ane dan ngadain casting untuk temennya temen ane. Nggak sendirian,
ane juga janjian sama tiga temen ane termasuk satu temen ane yang bawa calon host
yang akan dicasting.
Kita janjian
untuk ketemu di Lembaga Penelitian di dekat FISIP pukul 15.00 WIB. Ane datang
nggak tepat waktu alias agak ngaret dikit. Ane datang 15 menit lebih akhir dari
jam seharusnya. Ternyata belum ada temen ane yang datang. Akhirnya ane nunggu
di atas motor yang berhenti di depan FISIP. Di saat itulah kejadian mahasiswa
FKG mencari pasien menghampiri ane.
Dua cowok yang
cukup ganteng ukuran mahasiswa FKG menghentikan kendaraan besi bermesin yang
dikendarainya. Seorang dari mereka, yang tadinya nyetir, turun menghampiri ane.
“Permisi, mbak.
Mbak, dari fakultas mana ya?”
“Sastra”. Dengan
ekspresi aneh yang nggak terdeskripsikan dan kalimat yang agak terseok-seok,
ane berusaha menjawab.
“Gini, mbak. Saya
dari FKG. Eemmm, mbak giginya ada yang tinggal akarnya nggak?”
“Ha? Nggak ada,
mas”.
“Tapi mbak tahu
kan, gigi yang tinggal akarnya?”
Dengan sedikit
dongkol ane tetep sabar menjawab. “Tahu mas. Yang giginya tinggal pangkalnya
aja kan?”
“Iya”.
“Masa nggak ada
mbak? Boleh di lihat?”
“Ha?” Dilihat? Nggak
salah tuh? Berarti ane kudu mangap-mangap buka mulut dong.
“Kenapa mbak? Coba
buka mulutnya mbak”. Dengan wajah tanpa salah dan dosa dia tetep minta ane buat
buka mulut buat diperiksa.
“Ennggg, nggak
usah deh mas. Gigiku masih utuh semua kok”.
“Emm, malu ya
mbak?”
Dalam hati ane
pengen teriak, “Ente nggak mikir mas. PERTAMA, kita baru ketemu. Kenal juga
nggak. KEDUA, ini posisi lagi dipinggir jalan. Masa ane disuruh mangap-mangap
kayak ayam kecebur sumur? Please deh”.
“Oo, ya udah
mbak kalo gitu. Makasih ya”.
Dan akhirnya
mahasiswa FKG pencari pasien itu pun pergi. Huuuufffttt... -_-‘
Sebenernya ane
nggak keberatan sih jadi pasien praktek para pejuang pencari pasien masalah
gigi. Tapi masalahnya, ane ngerasa kayak ditodong di tengah jalan yang
tiba-tiba disuruh buka mulut. Kan nggak bisa dibayangin gimana ane kalo
buka-buka mulut di pinggir jalan dan mulut ane dilliatin sama seorang cowok
yang ane sendiri nggak kenal? Apa kata mereka yang lewat? Nanti bisa
menimbulkan banyak arti, kalo kata orang kebahasaan: ambigu.
Kalo dipikir-pikir,
kejadian itu lucu tapi malu-maluin. Tapi ya apa mau dikata. Mereka memang lagi
butuh pasien. Seperti ane yang kadang butuh korban untuk nyelesain tugas-tugas
ajaib ane.
Ah FKG . .
BalasHapusMereka selalu menyimpan selalu misteri.
Ah, sepertinya aku salah kali ini memintamu untuk mengomentari postingan ini.
BalasHapus*karena FKG
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapuseh.
Hapusnggak gitu kok maksudku.
emang terkesan gitu ya ?
Apa blogmu? Follow punyaku dulu.
BalasHapusfidyahocta.blogspot.com
BalasHapusok.
rapat diundur kamis kenapa ?
eh,kok kamu internetan ?
kan waktunya estetika ?
*out of topic
caranya follow gimana bin ?
BalasHapusnewbie banget nih